Meski MCP Korsupgah Pangkep Capai 53 Persen, KPK Warning Penetapan APBD dan Sertifikasi Aset

ilustrasi/image lisensi komersial corruption

Pangkep – Satuan Tugas Koodinator dan Supervisi Pencegahan Wilayah VI KPK melakukan rapat bersama Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) dan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintahan Kabupaten Pangkep.

Hal iitu dilakukan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kunjungan Monitoring Control for Prevention (MCP) yang juga merupakan Program Koordjnasi dan supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) yang dilaksanakan pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.

Usai melakukan rapat koodinasi, tim KPK langsung menuju Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pangkep.

“Kabupaten Pangkep hari ini capaiannya 53 persen,” kata Kepala Seksi Pencegahan Wilayah Sulawesi Selatan Komisi Pemeberantasan Korupsi Tri Budi Rahmanto, Senin, 8 November 2021.

Tri Budi menambahkan capaian Kabupaten Pangkep saat ini telah melebihi capaian nasional yaitu 43 persen. Target capaian 70 persen.

“Tetapi ini masih sementara, karena daerah lain juga masih smentara berproses,” katanya.

KPK juga mengingatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep tentang sertifikasi aset yang juga mesti diperhatikan.

“Di SulSel ini kayaknya tidak begitu maksimal,” katanya

Ia juga berpesan agar penetapan APBD pemerintah daerah harus tepat waktu, Tri menuturkan harusnya penetapan tersebut telah dilakukan 1 Desember mendatang.

“Kita saling mengingatkan, mudah-mudahan jauh dari praktik-praktik tindak pindana korupsi, dan juga tidak seperti di daerah lain tentang jual-beli jabatan,” katanya.

Rencananya Satuan Tugas Koordinator dan Supervisi Pencegahan Wilayah VI KPK ini akan berkunjung ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan.

Diketahui, sebanyak delapan indikator MCP Korsupgah yang menjadi area intervensi KPK. Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, manajemen ASN, Dana Desa, Optimalisasi Pendapatan Daerah, dan Manajemen Aset Daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *