Kata Zubaer, Kepala Desa Satanger Soal Antusias Warga Pulau Terluar Menyambut Kedatangan Bupati

PANGKEP, MAMMINASATA.COM – Desa Satanger merupakan desa paling terluar di Kabupaten Pangkep, tepatnya berada disisi paling barat di Kecamatan Liukang Tangaya. Desa yang dihuni mayoritas suku Mandar ini berbatasan lansung dengan Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pulau Satanger sendiri merupakan salah satu pulau yang dikunjungi oleh Bupati MYL dalam kunjungan kerja perdananya, pada 16 oktober lalu.

Selain mengunjungi pulau Satanger, MYL juga mengunjungi beberapa pulau lainnya. Seperti Pulau Sumanga Desa Balo-Baloang, pulau Matalaang Desa Sabalana, pulau Sapuka Kelurahan Sapuka, Pulau Sapinggang Desa Tampaang, Pulau Sailus di desa Sailus.

“Warga pulau kami antusias menyambut kehadiran pak Bupati. Bahkan beberapa warga dari pulau lain, seperti Sailus kecil (Poleonro-red), Kapoposang Bali ada yang berdatangan kesini, karena ingin melihat lansung Bupatinya.” kata Zubaer, Selasa (19/10/2021).

Dikatakan Zubaer, hal tersebut dinilainya lumrah. Sebab, penghargaan orang pulau kepada Pemimpinnya itu dikatakan Baer, cukup tinggi dan luar biasa .

”Orang pulau itu sangat menghargai dan menghormati pemimpinnya, sampai menghargainya. Hari ini misalnya pak Bupati datang, warga minta selfie-foto berdua, besoknya pasti dicuci, lalu dipajang di rumah, di ruang tamu itu foto. Inilah wujud kecintaan orang pulau kepada pemimpinnya” kata Zubaer.

”Ini yang unik dan terpelihara sampai sekarang di kami. Alhamdulillah, setiap kunjungan pejabat ke daerah kami juga, warga selalu menawarkan sendiri apa yang musti disediakan, meski tiap tahun, kami memang sebenarnya sudah menyediakan pos anggaran khusus dari dana desa.” Zubaer menambahkan.

”Untuk kunjungan perdana pak Bupati ke pulau kami banyak membawa bantuan kepada masyarakat kami. Seperti dana rehab mesjid, bantuan kebencanaan, bantuan dari TP. PKK Pangkep berupa susu dan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, serta bibit tanaman, beras.” ungkap Zubaer.

Warga pulau Satanger antusias menyambut kehadiran Bupati Muhammad Yusran Lalogau (MYL) bersama rombongan.

Sebelumnya, informasi yang menyebut jika tiap kunjungan kerja pejabat daerah, baik Bupati maupun Wakil Bupati ke wilayah kepulauan terdapat ‘pungutan’. Telah dilkarifikasi dan diluruskan oleh Camat Liukang Tangaya, Adil M Alwi.

Adil menjelaskan mengapa masyarakat, sampai patungan untuk bisa memberikan jamuan kepada Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) dan rombongannya dalam kunjungan kerja ke pulau terluar tersebut. 

“Jamuan dari masyarakat itu, karena keinginan masyarakat, tidak ada paksaan,” kata Adil, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Adil menuturkan, masyarakat di pulau Sumanga Desa Balo-Baloang, sangat menginginkan kehadiran Bupati Pangkep. “Masyarakat menyampaikan sangat ingin bertemu langsung Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau,” katanya.

Lanjut kata Adil, dirinya telah melakukan klarifikasi ke masyarakat, apakah benar sumbangan atau patungan masyarakat menjadi beban mereka. “Masyarakat sama sekali tidak terbebani,” katanya.

Adapun Hamnur melalui Adil menjelaskan, sumbangsi masyarakat itu, karena dana dari Pemerintah Desa pulau Sumanga tidak ada.”Ini bukan pungli, itu sumbangsi dari masyarakat karena tidak ada dana dari desa, sementara masyarakat menginginkan bapak bupati datang ke pulau Sumanga,” ujar Adil menirukan penjelasan Hamnur.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) juga angkat bicara, menanggapi adanya pemberitaan, masyarakat melakukan patungan sumbangan untuk menjamu kedatangannya dalam kunjungan kerja ke pulau Kecamatan Liukang Tangaya.

“Kami datang di situ hanya silahturahmi dan berikan bantuan kepada masayarakat kepulauan, terkait jamuan tersebut, mau dikasi jamuan atau tidak, itu tidak masalah buat saya,” kata Yusran, Sabtu (16/10).

Kendati, masyarakat memberikan jamuan, kemungkinan itu bentuk perhatian masyarakat. “Meski ada jamuan, saya rasa wujud perhatian masyarakat kepada bupatinya (Pimpinan) dan rombongan,” tutup Bupati termuda di Sulsel itu.

Ketua TP PKK Nurlita Wulan Purnama bersama Perstuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Pangkep pada kesempatan tersebut juga memberikan bantuan dan sosialisasi tentang kesehatan gigi kepada anak-anak pulau di Kecamatan Liukang Tangaya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *