Ini Penjelasan Camat Terkait Masyarakat Pulau Sumanga Patungan untuk Jamu Bupati Pangkep

Pangkep – Camat Liukang Tangaya Adil M Alwi menjelaskan kenapa masyarakat, sampai patungan untuk bisa memberikan jamuan kepada Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) dan rombongannya dalam kunjungan kerja ke pulau Kecamatan Liukang Tangaya.

“Jamuan dari masyarakat itu, karena keinginan masyarakat, tidak ada paksaan,” kata Adil, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Adil menuturkan, masyarakat di pulau Sumanga Desa Balo-Baloang, sangat menginginkan kehadiran Bupati Pangkep. “Masyarakat menyampaikan sangat ingin bertemu langsung Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau,” ujarnya.

Menurut Adil, dirinya telah melakukan klarifikasi ke masyarakat, apakah benar sumbangan atau patungan masyarakat menjadi beban mereka. “Masyarakat sama sekali tidak terbebani,” katanya.

Adapun Hamnur melalui Adil menjelaskan, sumbangsi masyarakat itu, karena dana dari Pemerintah Desa pulau Sumanga tidak ada.”Ini bukan pungli, itu sumbangsi dari masyarakat karena tidak ada dana dari desa, sementara masyarakat menginginkan bapak bupati datang ke pulau Sumanga,” ujar Adil menirukan penjelasan Hamnur.

Adapun data Dana Desa untuk Desa Balo-Baloang tahun 2021, total anggarannya sekitar Rp 2,6 miliar. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pangkep Zulfadli menuturkan, untuk Desa Balo-Baloang menganggarkan dana makan/minum tamu sebesar Rp15 juta untuk tahun 2021.

“Terkait anggran makan minum tamu, melalui APBDESA itu bisa dianggarkan, jadi bagi teman-teman, desa khususnya wilayah, Liukang Tanggaya dan Liukang Kalmas, setiap tahun mereka menganggarkan makan minum, untuk setiap kunjungan tamu-tamu baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten, dan itu pasti selalu di anggarkan tiap tahun oleh desa, bukan hanya tahun ini tapi tahun-tahun sebelumnya juga ada,” katanya.

Sementara itu, Bohari kepala desa setempat saat coba dikonfirmasi melalui media ini. Hanya menjawab singkat.

”Tiap tahun saya selalu dikunjungi bupati dan wakil bupati tidak pernah ada pungutan.” kata Bohari membantah (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *