Begini Kesaksian Lansung Calon Kepala Desa di Pangkep Usai Panitia Seleksi Pilkades Difitnah Tidak Netral

PANGKEP, MAMMINASATA.COM – Beberapa hari terakhir geger soal pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Pangkep yang diketahui saat ini sudah memasuki tahap pencabutan nomor urut calon kepala desa, pada Senin 11 Oktober 2021. Belum lama ini, sejumlah mahasiswa dan beberapa oknum menyerukan sikap berlawanan terhadap pelaksanaan Pilkades di Pangkep yang sementara berlansung.

Hal itu menyeruat lagi, ketika salah seorang calon kepala desa asal Tabo-tabo. H Mansyur terpaksa dinyatakan tidak lolos sebagai calon kepala Desa. Lantaran sesuai aturan atau regulasi yang berlaku, untuk desa yang memiliki calon lebih dari lima akan diseleksi pada akhirnya menjadi 5 calon saja.

Posisi H Mansyur dalam uji kompetensi berada pada peringkat ke-8, hal itu diketahui setelah total nilai tes tertulis dan wawancara digabungkan. Dengan demikian, H Mansyur atau siapapun calon lainnya yang berada di urutan enam keatas akan gugur dengan sendirinya.

Saldin Hidayat, selaku assesemen pada pelaksanaan uji kompetensi wawancara pilkades 27 desa secara serentak di pangkep itu, menyayangkan berbagai sikap, komentar miring yang tidak didasarkan pada fakta hukum, fakta-fakta lapangan (objektif-red) yang didasarkan pada aturan relugasi yang berlaku sebelumnya.

Terlebih kata Saldin, hal itu ikut dilakukan oleh beberapa oknum, dan salah satunya oleh seorang anggota DPRD yang harusnya berbicara sesuai data, fakta atau informasi akurat, karena anggota dewan dinilai terbiasa dengan kerja-kerja legislasi.

‘’Sekadar untuk diketahui, 5 tim orang penguji atau assesemen yang ditetapkan oleh Dinas PMD ini kan melalui penjaringan dan seleksi berkas, semuanya memasukkan company profile. Dilaksanakan secara terbuka, ada kriteria, ada syarat dan kami bekerja secara profesional sesuai bidang kami masing-masing’’ tegas Saldin Hidayat.

‘’Soal pertanyaan yang lagi viral dan diplentir itu-kan ada konteksnya, ini yang dipotong-potong, sehingga informasi yang beredar sudah tidak utuh. Padahal itu kan bagian rentetan satu-kesatuan sebenarnya, untuk pertanyaan sekaitan dengan visi misi Pilkades yang diselaraskan dengan visi misi Bupati, sekadar intermezzo, untuk menguji kepatuhan pada pimpinan. Narasi atau teks seperti yang beredar itu juga hoax, tidak begitu nada dan maksudnya.’’ Kata Saldin.

Dijelaskan secara detail, ada 3 unsur Tim Uji Kompetensi dalam sesi Wawancara, meliputi Pemerintahan (Birokrat), Akademisi dan praktisi. Sedangkan untuk Uji-Kompetensi ada dua, yakni ujian tertulis (60%) dan wawancara (40%), ujian tertulis oleh lembaga independen DPMD Sulsel.

Beberapa kepala desa pun ikut memberi kesaksian, terkait transparansi, profesionalisme dan integritas yang dijalankan panitia pemilihan kepala desa di Pangkep selama uji kompetensi atau seleksi wawancara berlansung.

Misalnya dikatakan oleh Sawir, apa yang dilakukan oleh tim assessmen dan panitia sudah sesuai aturan yang berlaku, tanpa ada pembeda-bedaan, intimidasi atau intervensi apapun.

‘’Jempol untuk beliau (panitia-red). Soal intervensi dan tekanan politik sama sekali tidak ada. Kalau ada yang mengatakan permainan politik Saya siap jadi saksi, demi terwujudnya sistem demokrasi yang baik dan bermartabat’’ kata M Syawir S Rhanggalawe, calon kepala desa Biring Ere.

Hal senada diungkapkan oleh Syahrir, calon kepala desa Mangilu. Menurutnya apa yang telah dilaksanakan oleh tim assesmen, sejauh ini sudah sesuai standar operasional yang berlaku.

”Sudah sangatlah sesuai dengan SOP, tidak ada yang bisa dimaini disitu, wawasan yang diujikan itu sesuai standar. Untuk saya tidak ada kok pertanyaan itu muncul, hanya soal kepemimpinan kedepan. Tidak adaji pertanyaan yang mengarah ke hal-hal merugikan. Semuanya mengarah ke pengembangan desa. Itu saya rasa secara pribadi, seleksi sudah cukup profesional.” tandasnya.

Lanjut dikatakannya, tidak ada tendensi dan kepentingan apapun selama proses seleksi, murni berjalan sesuai prosedurnya.

”Tidak ada yang mengarahkan untuk macam-macam, pemberkasan PPKD sampai seleksi wawancara oleh pansel kemarin saya kira berjalan sesuai prosedurnya.” kata Syahrir kepada media ini Jum’at 15 Oktober 2021.

Sementara itu Made Ali, Calon Kepala Desa Bulu Cindea saat dihubungi melalui telpon selulernya membenarkan dalam proses seleksi, disampaikan bahwa Visi Misi Calon Desa, harus berkesesuaian atau sinergis dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati. Disamping itu kepala Desa terpilih nantinya, harus komitmen dalam mendukung pencapaian Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati (PANGKEP HEBAT).

”Dalam tuangan Visi Misi kami tetap mengacu dan sejalan dengan Visi Misi Bupati dan Gubernur.” kata Made Ali.

Untuk diketahui, Tim Uji Kompetensi Wawancara terdiri dari 5 orang. 3 orang diantaranya merupakan akademisi, 1 orang birokrat (Sekda). Serta 1 orang praktisi (advokat). Berikut adalah nama-namanya :

1, Hj. Suriani A, SE (Sekertaris Daerah Kabupaten Pangkep)

2. Dr. Muhammad Yunus S. Kel, M.Si (Akademisi)

3. Dr. Muhammad Akbar M.Si (Akademisi)

4. Saldin Hidayat SH (Praktisi/Advokat)

5. Ir. Iqbal M.Sc Ph.D (Akademisi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *