oleh

Menghindari Kenaikan Berat Badan Selama Pandemi Covid-19, Ini Tips Mahasiswi Pasca Sarjana Gizi IPB Asal Makassar

Mamminasata.com, Makassar — Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Maret 2020 lalu mengumumkan pasien 01 dan pasien 02 yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia, yang ternyata merupakan seorang ibu berusia 31 tahun.

Pengumuman presiden itu sekaligus menjadi kabar awal yang buruk bagi bangsa ini. Sejak itu, informasi tersebut menjadi titik mula masuknya virus mematikan yang telah melumpuhkan kota Wuhan, Tiongkok dan sejumlah kota atau negara besar di dunia.

Memasuki tahun kedua, bumi ini dilanda pandemi virus COVID-19. Virus kecil tak kasat mata ini, diketahui dapat menyebabkan kematian secara cepat terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta (komoribidtas).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis angka kematian, pertanggal 22 Agustus 2021. Data mutakhir menunjukkan, orang yang meninggal karena Covid-19 sudah mencapai 126.372 jiwa.

Menyikapi hal itu, baik pemerintah pusat dan daerah telah melakukan berbagai upaya penanganan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan virus COVID-19. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Social Distancing, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menerapkan pola hidup sehat.

Saat ini juga pemerintah telah memberlakukan atau menerapkan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4 di beberapa daerah. Hal tersebut dilakukan, guna memutus mata rantai penularan virus COVID-19.

Selain upaya diatas, tentu saja menjaga imun tubuh agar tetap fit adalah kunci, agar tubuh tidak menjadi rentan dimasuki oleh virus apapun, termasuk corona virus disease (Covid-19). Imun tubuh ini harus dibantu, tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri. Apalagi bila jumlah virus semakin banyak. Kita bisa membantu imun tubuh baik dari dalam diri, maupun dari luar.

Caranya, untuk mencegah virus ini dari dalam tubuh. Bisa dilakukan dengan menjaga mental dan pikiran agar tetap sehat. Berolahraga yang rutin, serta melakukan aktifitas positif lainnya dan di rumah aja.

Sementara dari luar kita juga bisa membantu imun tubuh dengan asupan makanan bergizi dan istirahat yang cukup, juga mengonsumsi buah-buahan, empong-empong seperti jahe merah, jamu atau multi-vitamin dan suplemen lainnya seperti vitamin C. Bisa juga dengan rutin meminum air kelapa.

Dampak di rumah aja atau selama melakukan karantina, karena adanya PSBB atau PPKM COVID-19. Ternyata tak hanya berefek positif, akan tetapi hal ini juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terutama dari sisi kesehatan, khususnya dalam urusan gizi.

Terkait hal tersebut, masalah yang paling sering muncul atau dialami oleh masyarakat selama pandemi ini, yaitu peningkatan berat badan. Hal ini terjadi karena masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berada di rumah, sehingga untuk melakukan aktivitas fisik sangat rendah dari yang direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization).

Mayoritas aktivitas fisik yang dilakukan masyarakat di masa PPKM Level 4 secara khusus. Jamak kita jumpai justeru aktifitas yang kontra-produktif, seperti lebih banyak mengoperasikan gadget atau smartphone pintar untuk berbagai keperluan hiburan seperti game, sosial media sambil rebahan dan lain-lain.

Masalah kenaikan berat badan ini tidak hanya disebabkan karena faktor aktivitas fisik saja tetapi juga dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang tidak sehat. Makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat tidak lagi memerhatikan kandungan gizi atau sesuai kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Mayoritas mengonsumsi makanan tinggi lemak, garam dan gula (makanan siap saji) serta rendahnya mengonsumsi sumber serat seperti sayuran dan buah-buahan.

Masalah kenaikan berat badan ini dapat diatasi dengan tetap aktif melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit perhari. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan selama berada dirumah aja.

Diantaranya senam ringan, push up, sit up, yoga dan lain sebagainya. Selain itu, masyarakat juga kiranya tetap menerapkan gizi seimbang dalam mengonsumsi makanan sehari-harinya.

Gizi seimbang merupakan makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur dan buah. Mengonsumsi makanan yang bergizi memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, diataranya membentuk kekebalan tubuh yang kuat agar terlindungi dari virus COVID-19.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan, selama di rumah aja dan agar tetap sehat, menjaga status gizi seimbang, gizi terkontrol dan daya tahan tubuh agar tidak menurun, karena virus apapun muda masuk. Jika imun tubuh tidak kuat, Itu pertama. Kedua makan-makanan gizi yang seimbang yang kandungannya sebaiknya, terdiri dari :

a) makanan pokok yang bersumber dari karbohidrat seperti nasi, jagung, sagu.

b) lauk-pauk, sebab merupakan sumber bahan pangan yang kaya protein dan nabati seperti tempe, kacang kedelai dan lain-lain. Lauk hewani seperti daging, jeroan, ayam, telur.

c) Mengonsumsi sayur dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral bagi tubuh seperti sayur dan buah yang tinggi anti oksidan, memiliki kandungan vitamin A, C, E, atau kandungan ZINK yang tinggi.

Selain memperbaiki sumber panganan dan makanan sehat, rutin berolahraga juga akan membantu anda dalam menghindari kenaikan berat badan, yang notabene tidak sehat bagi tubuh.

Sebab dengan melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan metabolisme tubuh. Selain itu berguna dalam menyaring atau mengeluarkan racun dari tubuh serta membentuk anti bodi.

Idealnya aktivitas fisik dilakukan minimal 30 menit dalam sehari atau minimal150 menit dalam seminggu (3-5 kali seminggu dengan durasi 30 menit per hari), hal ini juga dapat mencegah terjadinya kenaikan berat badan selama masa pandemi. Terakhir, istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari, juga bisa membantu anda dalam menjaga badan anda agar terhindar dari serangan virus COVID-19 yang mematikan.

Nur Hikmawaty S.Gz, penulis merupakan mahasiswi tingkat akhir di sekolah pasca sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB)*