oleh

PAUD Melati Wisuda 22 Orang Siswanya

Mamminasata.com, Pangkep – Desa Satanger, sebuah Desa yang terletak di kecamatan Liukang Tangaya, tepatnya di bagian barat, kepulauan terluar Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Bersebelahan dengan Pulau Sailus besar, Poleonro, Kapoposang Bali, Pulau Sumbawa dan Provinsi Bali.

Di Liukang Tangaya sendiri, desa ini dikenal progress dalam melahirkan anak didik, perawat hingga sarjana dan bahkan dokter.

Potret Dermaga Desa Satanger: Terlihat Anak-anak PAUD Melati, SD, SMP 4 Satap kegirangan saat menyambut kedatangan wakil Bupatinya (Foto:Sul)

Kali ini, penamatan dan Wisuda Siswa Siswi PAUD Melati Angkatan 13 tahun ajaran 2020-2021 kembali digelar, itu artinya dunia pendidikan di Pulau terluar itu patut bersyukur dan berbangga kembali.

Belum lama ini, sebanyak 22 orang siswa PAUD Melati kembali di wisuda untuk angkatan ke-13.

”Untuk tahun ini, PAUD melati mewisuda Siswa Siswi nya sebanyak 22 Orang.” Cetus Sri, kepala sekolah PAUD Melati dalam sambutannya beberapa waktu lalu.

Meski terus melahirkan peserta didik, kata Sri. Selaku Penyelenggara Paud Melati, dirinya selalu meminta saran dan masukan dari Masyarakat desa, guna mendukung kemajuan PAUD melati dan dunia pendidikan secara umum.

Sementara itu, Bapak Zubair selaku Kepala Desa Satanger menuturkan agar orang tua siswa PAUD Melati senantiasa mendorong anak-anaknya untuk terus sekolah

”Kepada Orang tua siswa, kami sangat berharap agar selalu mengedepankan Pendidikan. Janganki pernah patahkan semangat anak anak untuk mendapatkan Pendidikan yang layak.” kata Zubaer.

Bersekolah lagi sampai ke jenjang yang tinggi, lanjut kata Zubaer. Terlebih Pemerintah saat ini sangat mendukung, anak didik semua jenjang untuk sekolah. ” Ada program Wajib sekolah 9 tahun di Pusat, di Pangkep ada reward untuk anak didik yang berprestasi dalam bentuk beasiswa dan semacamnya” tandasnya.

Demi kemajuan anak-anak bangsa. Generasi penerus, untuk Pangkep Hebat, Pangkep Cerdas. Ayokii bersama-sama memajukan Desa ini, bukan cuman di tingkat Desa, bahkan harus ke tingkat Kabupaten, provinsi maupun Nasional, tutup Zubaer.