oleh

Kades Sabalana Ajak Milenial Agar Bijak Bermedia Sosial

PANGKEP, MAMMINASATAM.COM – Masuknya jaringan 4G pada April 2021 lalu oleh PT Telkomsel di Desa Sabalana dirasakan manfaatnya lansung oleh masyarakat. Wabilkhusus oleh anak-anak di Desa Sabalana, termaksud bagi yang menempuh pendidikan atau sedang kuliah di kota Makassar ataupun daerah lainnya.

Kehadiran provider jaringan dari PT Telkomsel ini, turut juga dirasakan oleh perangkat aparatur desa, petugas keamanan, tenaga kesehatan (nakes) dalam menjalankan pelayanan di Desa Sabalana.

Tak hanya itu, para nelayan dan masyarakat desa Sabalana, merasa ikut terbantu dengan hadirnya jaringan 4G ini, income atau pendapatan dari penjualan dan pembelian hasil laut oleh nelayan pun dirasakan bertambah.

Kendati, mudahnya mengakses internet bagi masyarakat pulau, perlu upaya preventif dan sosialiasisasi yang lebih lagi. Warga pengguna medsos khususnya. Harus berhati-hati dalam perselancaran di media sosial.

Jangan sampai ikut dalam ujaran kebencian, menyebarkan berita hoax, dan komentar yang tidak terkontrol.

Hal itu disampaikan Fadrul Ali Baba, Kepala desa Sabalana di hadapan para ketua RT, guna diteruskan ke seluruh lapisan masyarakat desa.

“Adanya undang-undang (UU ITE) yang dapat menjerat siapa saja dan postingan yang mengandung unsur pornografi, bisa saja membuat kita berurusan dengan tindak pidana. Maka dari itu perlu untuk selalu diingatkan agar bijak dalam bermedia sosial”.

Fadrul Alib kades sabalana menuturkan, guna pengawasan, maka dibutuhkan peran aktif dari para orang tua.

”Di sini orang tua, tidak hanya memberikan handphone atau gadget bagi anaknya, selepas itu tanpa dikontrol dan di awasi, olehnya kami berharap kepada para orang tua khususnya yang punya anak remaja, diawasi penggunaan akses internet, arahkan ke hal yang baik saja, kalau boleh permainan game yang berlebihan dibatasi.” katanya.

Internet digambarkan oleh Fadrul Ali sebagai pisau bermata dua, dia bermanfaat jika dipakai sesuai peruntukannya, dan akan merusak jika dipakai untuk membunuh karakter budaya disiplin anak-anak remaja.

“Internet saat ini adalah jendela dunia, informasi dapat di akses dengan cepat. Juga jika dimanfaatkan dengan baik, dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi yang ujungnya dapat mengembangkan ekonomi masyarakat dengan belajar di google atau YouTube, serta menjadi stimulus untuk perkembangan daya fikir anak-anak dan remaja” tambah kades muda ini.

“Kendati, jika keliru dalam penggunaannya, itu yang tidak kita harapkan. Maka kami mengajak agar para tokoh masyarakat, orang tua, guru-guru, semua elemen ikut terlibat dalam mengingatkan agar memanfaatkan internet dengan baik dan bermedia sosial dengan bijak,” tutup Fadrul Ali, kades sabalana.