oleh

Menengok Sejarah Pulau Spermonde di Selatan Sulawesi

Mamminasata.com – Sebagian besar pulau-pulau di Kabupaten Pangkajene Kepulauan yang secara geologis terbentuk dari hasil sedimentasi dan aktivitas organisma selama ribuan tahun lalu.

Kini, hampir seluruh pulaunya ditumbuhi oleh terumbu karang tepi dan jenis terumbu karang penghalang.

Kepualauan Spermonde sendiri secara singkat bisa dijelaskan, sebagai sebuah nama kepulauan yang awalnya merupakan salah satu nama kepulauan di bagian Selatan Makassar.

Kedatangan Bangsa Portugis di masa lalu, dicatatkan oleh sejarah sebagai penanda awal munculnya penyebutan kepulauan Spermonde. Wilayah kepulauan Spermonde meliputi sebagian wilayah pesisir barat Makassar, Pangkep dan Kabupaten Barru.

Kepulauan Spermonde berasal dari nama ‘’Kepulauan Spermon’’ berasal dari bahasa Yunani, yang merujuk pada seorang dewi ‘’spermo’’ cucu Apollo dalam mitologi Yunani.

Spermonde bisa dijabarkan pula sebagai dewi yang dianggap di masa lalu, mampu mengubah apa saja yang disentuhnya dan menjadi biji atau benih (grain).

Dahulu, sebanyak 57 pulau yang Bangsa Portugis masukkan kedalam kelompok pulau-pulau spermonde tersebut. Sebut saja diantaranya ada Pulau Kalu-Kalukuang Grup yang terdiri dari 8 pulau,

Postelion dan Paternoster yang terdiri dari 52 pulau. Konon setiap Kelompok dalam grup kepulauan spermonde ini diperintah oleh seorang Gallarrang yang statusnya sama dengan pimpinan atau Kepala Kampung.

Tahun 1942-1945 ada sedikit perubahan. Walaupun sistem pemerintahannya tidak berubah. Namun pada penamaan ada sedikit yang berubah, yakni menggunakan bahasa Jepang.

Awal mulanya Stadsge-mente Makassar menjadi “Makassar SI’’ yang kala itu dikepalai oleh Makassar Sitjo.

Melalui Staatsblad 1946/17, wilayah kepulauan kemudian dipisah dari Gemente Makassar, dengan ketua Dewan Adat Abdul Rahim Dg Tuppu waktu itu, yang juga mantan kepala distrik Makassar, dengan anggota adat seperti Gallarrang Balang Lompo, Gallarrang Sapuka, Gallarrang Salemo, Gallarrang Kalu-Kalukuang, serta Gallarrang Kodingareng.

Pasca Indonesia merebut Kemerdekaan dari tangan jepang. Kepulauan Spermonde yang dulunya merupakan bekas Onderafdeling pulau-pulau menjadi bagian dari Stadsgenmente Makassar.

Pada gilirannya kemudian di Tahun 1960-an akhirnya kembali menjadi bagian dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Sejak saat itu pula Pangkep untuk pertama kalo resmi menjadi daerah otonom Tingkat II, dengan membawahi 9 Kecamatan yakni Pangkajene, Bungoro, Labbakkang, Ma’rang, Balocci, Segeri Mandalle, Liukang Tupabbiring, Liukang Kalmas, Liukang Tangaya, dicatat dalam sejarah bahwa Bupati pertama daerah otonom Tingkat II Kabupaten Pangkep waktu itu ialah Mallarangeng Dg.Matutu.

Bisa Kita simpulkan, bahwa secara singkat pulau-pulau di Kepulauan Spermonde sebenarnya dalam Administratif tiga pemerintahan daerah sekaligus, yaitu Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, pemerintah derah (Pemda) Pangkep dan Kabupaten Maros.