oleh

HMI Maktim Bantah Tudingan Soal Permintaan Gedung Sekertariat Baru ke Gubernur NA

Makassar – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur (Maktim) membantah tudingan yang dialamatkan pada lembaganya baru-baru ini. Melalui Sekertaris umumnya Faizal, HMI Maktim memberi klarifikasi terkait issue miring yang sempat beredar.

Faizal, Sekertaris Umum HMI Cabang Makassar Timur (Maktim) itu memberi klarifikasi atas berita yang tersebar sepekan ini, yang menyorot dan menuduh lembaganya, melakukan permintaan sekretariat ke Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Menurutnya bahwa agenda pertemuan itu adalah agenda yang sudah diatur jauh hari oleh Korps Alumni HMI.

‘’Pertemuan yang dimaksud itu diinisiasi oleh MD KAHMI Kota Makassar sebagai bentuk silaturrahim antar pemerintah daerah Sulawesi-Selatan (Sul-Sel) Prof HM Nurdin Abdullah (NA), di Kantor Gubernur Sulsel, Jl.Urip Sumoharjo Kota Makassar Senin (12/10)

Sejak diterpa issue miring, mengenai permintaan gedung sekertariat baru HMI cabang Makassar Timur. Faizal membeberkan bahwa sepenuhnya hal itu tidak benar. Terlebih kabar yang beredar dianggapnya memuat informasi yang tidak berimbang dan terkesan memperhadap-hadapkan, antara masa-masa gencarnya mahasiswa turun aksi, dan melakukan protes penolakan terhadap UU Omnibuslaw di Kota Makassar dengan agenda pertemuan silaturrahim itu.

Faizal menambahkan bahwa framing dan judul berita yang terlanjur beredar di beberapa media itu tidak benar.

‘’Itu tidak benar dan terkesan berlebihan, Kami datang hanya mengundang Pak Gubernur NA untuk meresmikan Sekertariat, Sekretnya Kita juga kan sudah ada,’’ Beber Faizal.

‘’Saat ini kita sudah punya sekertariat sendiri di Jl. Perintis Kemerdekaan IV lr.09. No.12 dan itu sudah permanen, jadi itu tidak benar.” tambah Faizal.

Lebih lanjut dikatakan Faizal bahwa sikap HMI Cabang Maktim terkait UU Omnibus Law, lembaga maupun dirinya tak menampik bahwa HMI akan tetap bersama rakyat, ia berjanji tetap akan mengawal pasal-pasal yang dianggap bermasalah atau tidak pro-rakyat.

‘’Adapun terkait sikap teman-teman HMI Maktim dalam penolakan UU Omnibuslaw, kami tetap akan mengawal pasal-pasal yang tidak pro terhadap kepentingan rakyat.’’ kunci Faizal.